Dan lajunya waktu tak dapat ku bendung lagi
Hingga terlewati tanpa jawab yang dinanti
Dan semua tersia kala suara tiada terdengar seirama
Mengapa merangkai kata dalam tepian pelangi
Jika makna tiada tersirat dalam titik pasti
Mengapa menguntai kalimah dalam jawab imaji
Kala senandung nyata pun tiada berbukti
Lihatlah...
Malam yang melarut dalam cuaca merebak tanpa cahaya
Kala angin mengarak sang mega perlahan melayu
Dan engkau tiada bergeming bergumam dalam bahasa dalih
Hentikan, lepaskan dan jangan diteruskan...
Karena semua akan sia-sia jika diri tak punya jawab hati
Jika memang harus dilupakan maka biarlah jadi lautan mati
Dalam semburat janji yang tercebari cemaran
Heningkan saja semua dalam juta bahasa tiada terucap
Karena nuranimu tiada pada puncak yakin tertitah
Sehingga layaknya raja berdiri tanpa mahkota bertahta
Menjadikan azimat tiada beraura meracau sembilu tersemat
Biarkan melarut janji bernoktah noda dalam tabirnya
Dan tiada aku memintanya dari pergi walau ingin
Karena batas diri telah tergurat dalam lisan bercamkan inti
Hingga semua tersiar terbiar tertimbun luluh tiada bersisa
Pada masa itu...
Mentari mengusik malam dalam peraduan nantikan senja
Sunyi yang merantai relung menjadikan tak perlu beralasan
Dan aku kembali berhening dalam nuansa bening bersendiri lagi
Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150729923800711
Tidak ada komentar:
Posting Komentar